Kurang dari 24 Jam Pascagempa, SATRIA Sulteng Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak

by -317 Views

NOTICEUPDATE.ID, SIGI – Di tengah kondisi darurat pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Selasa (16/6/2026), kebutuhan air bersih, makanan, dan tempat berlindung sementara menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat terdampak.

Melihat kondisi tersebut, Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat dengan mendirikan Posko Bencana SATRIA di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.

Ketua SATRIA Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta, mengatakan keberadaan posko tersebut diharapkan menjadi pusat distribusi bantuan sekaligus mempermudah koordinasi para relawan yang ingin membantu masyarakat terdampak.

“Malam ini kami bersama teman-teman SATRIA Sulteng telah mengantar bantuan ke Kecamatan Nokilalaki berupa sekitar 300 dus air mineral, 100 dus mi instan, dan lima unit lampu penerangan darurat. Bantuan ini sifatnya sangat mendesak karena masyarakat membutuhkan kebutuhan dasar yang harus segera tersedia,” ujar Irwan saat berada di lokasi bencana.

Menurutnya, dalam situasi tanggap darurat, kecepatan penyaluran bantuan menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, SATRIA memilih untuk langsung mendistribusikan bantuan kepada masyarakat melalui posko yang telah dibangun.

Ia menjelaskan, bantuan yang masuk ke posko tidak akan menunggu proses administrasi yang panjang sebelum disalurkan kepada warga terdampak.

“Kami ingin relawan yang datang dari Palu atau daerah lain bisa langsung masuk ke posko. Setelah bantuan diterima, kami langsung distribusikan ke masyarakat. Pendataan tetap dilakukan, tetapi yang paling utama saat ini adalah memastikan kebutuhan warga yang terdampak dapat segera terpenuhi,” katanya.

Irwan mengungkapkan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini berada di wilayah Kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Palolo. Selain makanan siap konsumsi, warga juga sangat membutuhkan pasokan air bersih karena sebagian sumber air dan fasilitas penunjang mengalami gangguan pascagempa.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pihaknya bersama Andi Agtas Foundation tengah mengupayakan bantuan tambahan berupa mobil tangki air bersih.

“Insyaallah sementara kami upayakan sekitar 30 tangki air bersih. Rencananya 15 tangki akan disalurkan ke Kecamatan Palolo dan 15 tangki lainnya ke Kecamatan Nokilalaki. Ini menjadi prioritas karena air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini,” jelasnya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi yang dinilai cepat merespons bencana dengan turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal.

Menurutnya, penanganan bencana memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, relawan, maupun masyarakat umum.

“Alhamdulillah Bapak Gubernur Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Kami sebagai relawan tentu berkewajiban membantu agar penanganan bencana bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan salam dan dukungan dari Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola, serta Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar yang terus memantau perkembangan kondisi di lokasi bencana.

Menurut Irwan, berbagai pihak saat ini terus melakukan koordinasi guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Semakin banyak yang terlibat, maka proses pemulihan masyarakat pascabencana akan semakin cepat,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan, Irwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mengajak seluruh warga untuk saling membantu dan memperkuat semangat gotong royong selama masa tanggap darurat.

Sementara itu, warga Desa Kamarora A, Remon, mengaku bersyukur atas bantuan yang telah diberikan SATRIA Sulteng di tengah kondisi sulit yang sedang dialami masyarakat.

Menurutnya, bantuan yang datang kurang dari 24 jam setelah gempa memberikan semangat tersendiri bagi warga yang sedang berupaya bertahan di tengah kerusakan rumah dan fasilitas umum.

“Kami sangat berterima kasih kepada SATRIA Sulteng yang sudah hadir membantu masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang saat ini masih berupaya bangkit setelah gempa,” ujarnya.

Meski demikian, Remon berharap bantuan terus berdatangan karena masih banyak kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi, terutama terpal untuk tempat tinggal sementara.

“Saat ini yang paling dibutuhkan selain air bersih adalah terpal. Banyak rumah warga mengalami kerusakan cukup parah sehingga masyarakat membutuhkan tempat berlindung sementara. Kami berharap bantuan terus datang dan sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada SATRIA Sulteng atas kepeduliannya kepada masyarakat,” tutupnya. (***)