Banjir Terjang Desa Balingara, Dua Rumah dan Fasilitas Warga Terdampak

by -20 Views
Foto: BPBD Sulteng

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/5/2026), memicu banjir di Dusun III Pakanangi, Desa Balingara. Luapan sungai yang terjadi sejak sore hari mengakibatkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum terdampak.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 15.15 WITA setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 12.00 WITA. Debit air sungai yang meningkat menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

“Air sungai meluap dan masuk ke area pemukiman warga di Dusun III Pakanangi Desa Balingara,” demikian laporan resmi TRC dan PUSDALOPS BPBD Sulawesi Tengah.

Data sementara mencatat dua unit rumah warga terdampak banjir. Selain itu, satu bak penampungan air bersih serta satu unit bronjong mengalami kerusakan akibat derasnya arus air.

Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam kejadian tersebut. Kondisi banjir juga dilaporkan telah berangsur surut pada malam hari.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan koordinasi penanganan bersama BPBD Kabupaten Tojo Una-Una.

BPBD menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini berupa perbaikan bronjong guna mencegah potensi kerusakan lanjutan apabila curah hujan kembali meningkat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Sulawesi Tengah masih mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat. Beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya fase Madden Julian Oscillation (MJO), anomali suhu muka laut, serta adanya konvergensi angin di wilayah Sulawesi Tengah.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 11.40 WITA. Kabupaten Tojo Una-Una juga masuk dalam kategori WASPADA pada prakiraan cuaca tiga harian BMKG.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.